Bahasa Pemrograman
Annyeong haseyo chingudeul ^^ #sokkorea. Ada peribahasa yang bilang tak kenal maka tak sayang,
bukan berarti saya minta disayang sama kalian loh, saya hanya ingin kita saling
kenal sebagai sesama makhluk bumi hehe #ngeles. Oke kita mulai saja perkenalnya, nama saya Reviana Siti Mardiah biasa
dipanggil Revi tapi pas SMA dipanggil uyut sama satu sekolan #aib. Saya mahasiswi Teknik Industri Universitas Gunadarma Tahun
2017, yap saya masih tingkat pertama, masih polos-polos bego tentang dunia
perkuliahan yang ternyata cukup kejam ini #curhat.
Nah kali saya dapat tugas dari dosen Dasar Komputer dan
Pemrograman 2A. Tugasnya itu harus buat tulisan atau postingan tentang Bahasa Pemrograman, tapi
ga boleh copas mutlak gitu katanya, harus agak beda gitu tulisannya, harus ada
intro atau apapun itu yang pakai bahasa sendiri. Makanya tuliasan kali ini
saya pakai intro segala, padahal awalnya ga pernah sama sekali dan saya bingung sebenarnya harus buat intro seperti apa. Kok tulisan ini
jadi ga jelas ya seperti hidup saya #curhatlagi. Oke dari pada tulisan ini making
ga jelas dan saya juga yakin kalian males baca intro a.k.a bacotan saya yang ga jelas ini, mari kita mulai ke tulisan yang agak seriusnya saja. Cekidot #ea.
Dikomputer itu banyak sekali program yang dapat dijalankan. Program-program tersebut banyak sekali manfaatnya bagi kita bukan? Mulai dari sarana untuk mengerjakan tugas seperti microsoft office sampai sarana hiburan seperti game. Kalian
tau gak program-program yang ada dikomputer dibuat menggunkan Bahasa Pemrograman? Tunggu
dulu, Bahasa Pemrograman? Apa itu? Mungkin banyak dari kita yang masih asing
dengan istilah tersebut atau bahkan baru pertama kali mendengar istilah
tersebut. Kita yang awam tentang dunia pemrograman pasti belum paham juga mengenai
Bahasa pemrograman, maka dari itu dipostingan atau tulisan kali ini saya mau mencoba
memberikan informasi-informasi yang saya jamin berfaedah mengenai Bahasa Pemrograman, meskipun materinya hasil
copas dari internet hehe. peace.
Apa itu Bahasa Pemrograman?
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman
komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan
secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan
disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai
situasi.
Pengertian
Bahasa Pemrograman
Bahasa
Pemrograman (programming language) adalah sebuah instruksi standar untuk
memerintah komputer agar menjalankan fungsi tertentu. Bahasa pemrograman ini
merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk
mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer
dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer,
bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara
persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Fungsi Bahasa Pemrograman
Fungsi
bahasa pemrograman yaitu memerintah komputer untuk mengolah data sesuai dengan
alur berpikir yang kita inginkan. Keluaran dari bahasa pemrograman tersebut
berupa program/aplikasi. Contohnya adalah program yang digunakan oleh kasir di
mal-mal atau swalayan, penggunaan lampu lalu lintas di jalan raya, dll.
Bahasa
Pemrograman yang kita kenal ada banyak sekali di belahan dunia, tentang ilmu
komputer dan teknologi dewasa ini. Perkembangannya mengikuti tingginya inovasi
yang dilakukan dalam dunia teknologi. Contoh bahasa pemrograman yang kita kenal
antara lain adalah untuk membuat aplikasi game, antivirus, web, dan teknologi
lainnya.
Bahasa
pemrograman komputer yang kita kenal antara lain adalah Java, Visual Basic,
C++, C, Cobol, PHP, .Net, dan ratusan bahasa lainnya. Namun tentu saja
kebutuhan bahasa ini harus disesuaikan dengan fungsi dan perangkat yang
menggunakannya.
Secara
umum bahasa pemrograman terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu :
Object
Oriented Language (Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C)
High
Level Language (seperti Pascal dan Basic)
Middle
Level Language (seperti bahasa C), dan
Low
Level Language (seperti bahasa Assembly)
Tingkatan Bahasa Pemrograman
1. Bahasa
Tingkat Tinggi
Bahasa
pemrograman masuk tingkat ini karena bahasa tersebut mendekati bahasa manusia.
Contohnya bahasa Basic, Visual Basic, Pascal, Java, PHP.
2. Bahasa
Tingkat Menengah
Disebut
tingkat menengah karena bisa masuk ke dalam bahasa tingkat tinggi maupun
rendah. Contohnya bahasa C.
3. Bahasa
Tingkat Rendah
Bahasa
pemrograman masuk tingkat ini karena bahasanya masih jauh dari bahasa manusia.
Contohnya bahasa Assembly.
Generasi Bahasa Pemrograman
1.
Generasi Pertama (Bahasa Mesin)
Disebut
generasi pertama karena merupakan jenis yang paling awal dikembangkan pada
tahun 1940-an dan awal 1950-an dan semua program harus dikodekan dalam bahasa
mesin sebagai bahasa internal komputer yang mengeksekusi secara langsung tanpa
terjemahan (translation).
-
Menggunakan kode-kode biner (0 dan 1), dengan basis dasar transistor,
rumit, sukar dihafal, dan lama
-
Dikembangkan dengan bilangan oktal dan heksadesimal
-
Akan menyita waktu dan kondusif untuk membuat kesalahan
-
Berbeda untuk setiap jenis komputer, sehingga bergantung pada komputer
dan tidak standar
Semua program harus ada dalam bahasa mesin agar dapat
dieksekusi, sehingga bahasa lain yang ditulis programer perlu diterjemahkan
oleh komputer ke bahasa mesin untuk eksekusi.
2.
Generasi Kedua (Bahasa Assembly)
Penggunaan
komputer secara komersial tahun 1950-an mengakibatkan dikembangkannya bahasa
assembly dengan ciri-ciri:
-
Kode ditandai dengan nama yang mudah diingat seperti ADD, SUB, dan MULT
- Alamat
penyimpanan (storage addresses) nyata di mana data ditempatkan dapat
didefinisikan dengan nama-nama seperti
AMT1 dan AMT2 untuk memudahkan rujukan.
Bahasa
assembly sangat menyerupai bahasa mesin, sehingga untuk menjadi programmer
bahasa assembly yang cakap kita harus memahami arsitektur mesin, yakni
bagaimana mesin itu secara fisik memproses data. Sama seperti bahasa mesin,
bahasa assembly tergantung komputer (tidak portable)dan Untuk menerjemahkan
kode-kode diperlukan program khusus yang disebut ASSEMBLER.
Bahasa
assembly masih digunakan karena begitu mirip dengan bahasa mesin dengan kode
yang sangat efisien Untuk membuat system software lebih disukai menggunakan
bahasa assembly karena sangat efisiean dalam penggunaan komputer (butuh memori
yang kecil)
3.
Generasi Ketiga (Bahasa Tingkat Tinggi / High Level Language)
Penggunaan
komputer dalam bisnis berkembang sangat dramatis pada tahun 1950-an. Bahasa
mesin dan assembly terlalu sulit, sehingga muncul third-generation languages
(3GLs) yang lebih mudah untuk program dan portable.
Disebut
tingkat tinggi karena mudah dipelajari & program tingkat-tinggi memerlukan
proses penerjemahan oleh komputer yang sangat rumit yang disebut COMPILER atau INTERPRETER
Seperti
generasi pendahulunya 1GL dan 2GL, 3GL disebut bahasa prosedural (4GL dan 5GL
disebut bahasa nonprosedural), yakni
program harus menentukan kumpulan instruksi yang tepat yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas yang diberikan Contoh bahasa tingkat-tinggi :
-
FORTRAN (FORmula TRANslator)
- Cobol
- Pascal
- BASIC
-
MODULA-2
- ADA
-
Object-oriented programming language
Bahasa C
disebut bahasa “tingkat-menengah” karena format instruksinya dengan bahasa
tingkat-tinggi sekaligus bisa berinteraksi langsung dengan hardware
4.
Generasi Keempat (Bahasa Deklaratif)
Bahasa
pemrograman ini jauh lebih mudah ditulis karena instruksinya sudah sangat
mendekati bahasa percakapan sehari-hari. misal : LIST NAMA, ALAMAT, NILAI FOR
NILAI > 7
Ciri-ciri :
- Mudah
untuk dipelajari dan dipahami
- Tepat
untuk pengaksesan database
-
Memfokuskan pada memaksimalkan produktivitas manusia dari pada minimisasi waktu
computer
-
Nonprosedural
-
Tersedia dalam software paket yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi
yang diinginkan
Contoh:
- Query
language seperti SQL (structured query language), QBE (query-by-example) dan
INTELLECT
- Report
generator
5.
Generasi Kelima (Object-Oriented
Language)
Sering
digunakan untuk akses database atau membuat sistem pakar (expert system) atau
knowledge-based system Dalam konsep, ditujukan untuk bahasa alami (natural
languages) yang semirip mungkin dengan hubungan kemanusiaan
Contoh : LISP dan Prolog
Sekarang
ini banyak sistem pakar dikodekan baik dalam LISP maupun Prolog, meski untuk hal yang sama bisa
ditulis dalam C atau C++. Usaha yang sekarang dilakukan adalah memperbaiki
bahasa AI (artificial intellegence) dengan mengkombinasikan kemampuan terbaik
dari LISP dan Prolog
Paradigma Pemrograman
Paradigma pemrograman adalah bagaimana cara pandang kita terhadap penyelesaian
masalah pemrograman (atau sudut pandang “serang” kita dalam menyelesaikan suatu
masalah pemrograman). Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berprkir
kita, menngarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat kita mengabaikan
atribut yang lain. Karena itu, jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan
pandangan yang terbatas terhadap sebuah realiti. Akibatnya, fanatisme terhadap
sebuah paradigma mempersempit wawasan dan bahkan berbahaya. Ada banyak cara
untuk menyelesaikan suatu masalah , sehingga ada banyak paradigma yang ada.
Beberapa contoh paradigma pemrograman yang ada saat ini adalah : prosedural,
fungsional, deklaratif, berorientasi objek, dan kokuren.
Beberapa paradigma dalam pemrograman :
1. Paradigma pemrograman prosedural atau imperatif
Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (strored program concept
); sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi
dan memori data. Kata kunci yang sering digunakan adalah Algoritma + Struktur
Data = Program.
2. Paradigma Fungsional
Paradigma ini didasarkan oleh konsep pemetaan dan fungsi pada matematika.
Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan.
Jadi dasar pemecah persoalan adalah tranformasional.
Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah
lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu
keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.
3. Paradigma Deklaratif
Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan
sebagai predikat orde pertama. Sebuah program lojik adalah kumpulan aksioma
(fakta dan aturan deduksi). Pemrogram mendeklarasikan sekumpulan fakta dan
aturan-aturan (inference rules).
4. Paradigma Objek
Paradigma ini didasari oleh kelas dan objek. Objek adalah instansi dari kelas.
Objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan
reaksi, metoda). Paradigma ini menawarkan konsep modularitas, penggunaan
kembali, kemudahan modifikasi.
5.
Paradigma Konkuren
Paradigma ini didasari oleh kenyataan bahwa dalam keadaan nyata, sebuah sistem komputer harus menangani beberapa proses (task) yang harus dieksekusi bersama dalam sebuah lingkungan (baik mono atau multi prosesor)
Salah satu aspek penting dalam pemrograman berorientasi objek dan merupakan
topik pemrograman yang “lanjut” adalah bagaimana menangani objek yang “hidup
bersama, secara konkuren”.
Bahasa
Pemrograman
Ada banyak sekali bahasa pemrograman,mulai dari bahasa tingkat rendah (bahasa
mesin dalam biner), bahasa assembler (dalam kode mnemonik), bahasa tingkat
tinggi, sampai bahasa generasi ke empat (4GL).
Untuk setiap paradigma, tersedia bahasa pemrograman yang mempermudah
implementasi rancangan penyelesaian masalahnya. Contoh bahasa-bahasa
pemrograman yang ada:
Prosedural : Algol, Pascal, Fortran, Basic, Cobol, C, Ada
Fungsional : LOGO, APL, LISP
Deklaratif : Prolog
Berorientasi objek : Smalltalk, Eifel, Java
Proses
Pembuatan Program
Proses
pembuatan program yaitu kita menulis kode sumber pada teks editor misalnya
notepad kemudian mengubahnya menjadi bahasa mesin yang bisa dieksekusi oleh
CPU. Proses pengubahan kode sumber (source code) menjadi bahasa mesin (machine
language) ini terdiri dari dua macam yaitu kompilasi dan interpretasi.
Kompilasi
Dalam
proses kompilasi semua kode sumber dibaca terlebih dahulu dan jika tidak ada
kesalahan dalam menulis program maka akan dibentuk kode mesinnya sehingga
program bisa dijalankan. Program yang melakukan tugas ini disebut Compiler.
Program hasil kompilasi akan berbentuk executable. Program bisa langsung
dijalankan tanpa harus memiliki Compiler di komputer yang menjalankan program
tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik kompilasi misalnya bahasa C, C++,
Pascal, Assembly dan masih banyak lagi.
Interpretasi
(Interpretation)
Bahasa
yang menggunakan teknik interpretasi akan membaca kode sumber perbaris dan
dieksekusi perbaris. Jika ditemukan kesalahan dalam penulisan program maka di
baris kesalahan itulah program akan dihentikan. Program yang melakukan tugas
ini disebut Interpreter. Pada teknik interpretasi tidak ada akan dihasilkan
program standalone, artinya untuk menjalankan program kita harus mempunyai kode
sumbernya sekaligus interpreter program tersebut. Bahasa yang menggunakan
teknik interpretasi misalnya bahasa Perl, Python, Ruby dan masih banyak lagi.
Kompilasi
Sekaligus Interpretasi
Ada
juga bahasa pemrograman yang menghasilkan programnya dengan teknik kompilasi
sekaligus interpretasi. Misalnya bahasa java. Dalam pembuatan program java kode
sumber diubah menjadi bytecode. Meskipun tampak seperti bahasa mesin namun ini
bukanlah bahasa mesin dan tidak executable. Untuk menjalankan bytecode tersebut
kita membutuhkan Java Runtime Environment (JRE) yang bertugas sebagai
interpreter sehingga menghasilkan program dari bytecode tersebut.
Meskipun
setiap bahasa pemrograman dibuat untuk membuat program namun setiap bahasa
dibuat dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya untuk membuat
driver hardware kita tidak bisa menggunakan bahasa Visual Basic. Untuk membuat
program berbasis sistem seperti driver kita bisa gunakan bahasa C atau
Assembly. Contohnya sistem operasi linux yang open source. Jika anda melihat
kode sumbernya anda akan menemukan bahwa linux dibuat menggunakan bahasa C.
Sedangkan untuk pemrograman desktop kita bisa menggunakan Visual Basic. Bahasa
tersebut dirancang oleh Microsoft untuk pemrograman desktop dengan tampilan GUI
yang memukau.
Bahasa
pemrograman yang umum digunakan
HTML /
CSS
banyak
yang tidak menggaggap ini bagian dari bahasa pemprograman, tetapi jika di lihat
dari mana program web berasal maka bisa di pastikan html/CSS adalah dasar dari
itu semua,jadi jika anda ingin belajar membuat web statis terebih dahulu anda
pasti akan belajar HTML/CSS dasar.
JavaScript
JavaScript
adalah cara yang sangat populer untuk menambahkan fitur interaktif untuk
halaman web dan aplikasi . Ini adalah salah satu bahasa yang paling mudah untuk
dipelajari dan dapat digunakan untuk apa pun seperti memvalidasi data formulir
untuk mengembangkan permainan , menjadikannya pilihan yang sangat populer untuk
pemula .
PHP
bahasa
program yang digunakan terutama untuk mengembangkan halaman web dinamis . Ini
berarti bahwa daripada menciptakan sebuah file terpisah penuh kode untuk setiap
halaman situs , Anda dapat menulis seperangkat aturan untuk mengakses dan
menampilkan informasi dari database yang kemudian dapat membuat halaman dan
memanggil mereka ketika mereka dibutuhkan .
C + +
. Dikembangkan
untuk menambahkan fitur berorientasi objek dengan bahasa C , dengan penambahan
kelas dan fitur lainnya . C + + yang sekarang banyak digunakan dengan berbagai
besar aplikasi . Belajar C + + juga memiliki keuntungan yaitu lebih mudah untuk
mempelajari bahasa C lainnya yaitu C # dan C. Semua bahasa C umumnya dipandang
sebagai bahasa pemprograman tingkat menengah .
C #
Diucapkan
C Sharp , bahasa ini diciptakan oleh Microsoft dalam kerangka NET . . Jika Anda
ingin menulis aplikasi jendela , atau terutama jika Anda ingin menulis kode
untuk perangkat lunak desktop , ini sangat penting. Ini adalah tujuan OOP umum
yang berbagi banyak kesamaan dengan bahasa C tua.
C
ini
adalah versi C yang digunakan oleh sistem operasi Apple serta sejumlah kecil
aplikasi lain . Jika Anda ingin mengkhususkan diri dalam menulis kode untuk
produk Apple maka ini adalah program yang harus anda kuasai.
Python
Sangat
populer dalam komunitas ilmiah dan akademik , tetapi juga telah digunakan untuk
membuat situs web populer seperti Pinterest . Hal ini relatif mudah untuk
belajar dibandingkan dengan sesuatu seperti C atau turunannya , namun masih
sangat fleksibel dalam hal apa yang dapat Anda lakukan dengan itu .
Java
Digunakan
oleh Google sebagai bagian integral dari sistem operasi Android , dan oleh
pengembang independen untuk membuat aplikasi android ( serta kegunaan lain ) .
Java diciptakan dengan " tulis sekali , jalankan di mana saja " ( WORA
) pendekatan untuk memudahkan kode yang ditulis pada satu mesin untuk berjalan
di lain mesin.
Ruby
Ini
adalah OOP murni populer dari Jepang. Bahasa pemrograman open source dinamis,
mudah dimengerti dan produktif. Sintaks Ruby elegan, natural, mudah dibaca dan
ditulis.
Visual
Basic
Berasal
dari ' BASIC ' , yang sangat populer di hari-hari awal komputasi personal ,
Visual Basic ( VB ) memungkinkan program sederhana yang akan dibuat dengan
cepat dan mudah, sementara juga memungkinkan untuk coding yang lebih kompleks.
Nah itu dia informasi-informasi yang berhasil saya kumpulkan dari internet mengenai Bahasa Pemrograman. Semoga Bermanfaat bagi kalian semua. Sampai bertemu dipostingan selanjutnya (kalau dikasih tugas lagi hehe). Salam sapa manja dari istri SAHnya Oh Sehun dan Lee Min Ho. Semoga hari-hari kalian menyenangkan. bye. ^^
Komentar
Posting Komentar